Kenapa Suka Membaca Buku??
"Bagaimana caranya agar kita suka baca buku?", salah satu pertanyaan yang pernah diajukan seseorang dulu.
Saya terdiam sambil berpikir, karena diberi pertanyaan mendadak seperti itu membuatku bingung. Akhirnya saya cuma bisa terdiam sambil nyengir heheh. Mungkin saya gak bisa jawab secara mendadak, butuh jeda waktu untuk memikirkan jawabannya. Sedangkan pada saat itu memerlukan jawaban cepat.
Jika melihat ke belakang, pertama kali suka baca buku itu pada saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Itu pun bacaannya tentang nabi-nabi, buku yang saya pinjam dari perpustakaan. Apakah saya membacanya sampai tamat? Haha tentu saja tidak. Pada akhirnya yang baca sampai tamat ya ibu saya. Laah ini yang pinjam siapaa.. yang baca siapa 😂
Okeh lanjut ya..
Menurut saya, banyak faktor mengapa seseorang itu pada akhirnya memiliki minat membaca atau suka baca buku. Salah satunya adalah melihat seseorang atau di sekitar kita yang suka dengan kegiatan membaca. Nah, kalau saya sendiri sih faktor pendukungnya satu ini, sering banget lihat kakek saya membaca buku dari saya kecil bahkan sampai saya dewasa sekarang ini.
Jadi benar ya, dalam pendidikan anak, jika ingin anak memiliki minat baca yang tinggi maka kita sebagai orang dewasa atau orang tua harus membiasakan hal tersebut dari anak kecil. Salah satunya anak melihat kita memiliki waktu untuk membaca buku. Dari kebiasaan itu lah yang akhirnya akan menumbuhkan kebiasaan baru pada anak.
Kemudian faktor terkuat kenapa saya suka baca buku sih lebih kepada "pelarian". Rasanya aneh buku menjadi pelarian hahaa.. Yuupp tapi itu benar adanya. Pasti gak sedikit orang yang menjadikan buku sebagai pelarian. But, yang tadinya atau awalnya menjadi pelarian eehh akhirnya malah jadi kecanduan. Seringnya begitu siih... Pasti banyak juga yang bingung jawabnya gimana bisa jadi ketagihan membaca yang awalnya cuma jadi pelarian doang atau emang ini mah saya nya aja yang begini yaa? Wkwk
Mengapa menjadi "pelarian"? Karena terkadang dengan membaca buku, kita bisa sekejap menyingkir dari hiruk-pikuk dunia. Terbawa arus dalam alur sebuah cerita dan mendapatkan makna hidup meskipun sejatinya kita tidak mengalami itu. Atau mungkin pikiran kita ter-sibukan dengan buku bagaimana pengelolaan hidup atau emosional kita. Di samping bonusnya kita mendapatkan ilmu baru, di sisi lain itu salah satu cara mengobati hati dan pikiran yang kadang nya tidak sejalan dengan kehidupan. Mengobati luka hati yang menganga karena ekspektasi kita terhadap dunia atau bahkan manusia. Eehh malah jadi curhat..
Sebenarnya saya pun bukan si penggila buku atau sesuka itu dalam membaca buku. Namun, lebih kepada saya suka karena itu pelarian satu-satunya yang bisa memberikan rasa nyaman dan aman. Di saat orang-orang memiliki teman untuk berdialog, saya seringnya berlari kepada buku-buku yang saya baca. Berdialog dengan buku-buku dan berdebat hebat dengan pikiran saya sendiri wkwkwk. Kadang sampai mikir saya enggak gila kaann??
Lalu faktor lainnya agar suka baca buku yaitu mulailah membaca buku dengan hal yang ingin kamu ketahui atau hal yang kamu sukai. Misalnya kamu suka tentang dunia hewan, maka cari dan bacalah ensiklopedia hewan. Atau misal kamu suka dengan cerita-cerita yang berbau fantasi, kamu bisa cari novel ber-genre-kan fantasi. Kamu sukanya tentang psikologi, baca buku psikologi. Cari lah hal yang sedang kamu ingin ketahui atau kamu penasaran akan ilmu tersebut. Dari sana lah awal mula kamu akan ditarik menuju dunia membaca.
Kalau untuk pemula gimana nih? Kan belum bisa baca buku yang tebal-tebal...
Maka carilah buku yang tipis dan ringan untuk dibaca. Semua itu butuh proses. Minimal kamu tumbuhkan dulu saja memiliki kebiasaan suka membaca. Jangan langsung ke buku yang tebal-tebal. Takutnya kamu jadi jenuh dan akhirnya buku tersebut berdebu di sudut rak meja kerjamu atau bisa jadi ia tersimpan di dalam container yang kamu simpan di gudang 😮💨
Honestly, mau baca buku apapun kalau dirimu sendiri tidak ada kemauan membaca akan sulit. Jadi balik lagi faktornya ke diri kamu sendiri. Buku semenarik apapun kalau kamu gak punya niat atau ketertarikan untuk membacanya ya mau setebal atau setipis apapun buku itu, kamu tidak akan pernah menyentuhnya. Jangankan menyentuhnya, meliriknya pun tidak.
So, kalau kamu ingin memiliki kebiasaan dalam membaca buku, tetap faktor utamanya ada pada diri sendiri dan bagaimana kuatnya tekad kamu dalam menumbuhkan kebiasaan baru. Fyi, kadang baca buku juga bisa membuat bosan dan jenuh lhoo. Jadi kamu harus punya tekad yang kuat, sehingga berapa kali pun kamu menemukan titik jenuh dalam membaca buku, pada akhirnya kamu akan tetap kembali membacanya. Yaa meskipun jaraknya bisa 3 bulan lagi siih untuk punya mood membaca wkwkwk
Segitu dulu aja yaa.. kalau kepanjangan saya juga bingung mau ngomong apalagi hihi..

No comments: